Aspal (Bitumen/Bahan Pengikat)
Aspal berfungsi sebagai perekat yang mengikat butiran agregat menjadi satu kesatuan yang kuat. Aspal berkualitas harus memiliki viskositas (kekentalan) yang tepat dan tahan terhadap perubahan suhu.
Aspal Penetrasi 60/70: Ini adalah jenis aspal keras yang paling umum digunakan di Indonesia untuk jalan raya dengan lalu lintas sedang hingga berat. Nilai 60/70 menunjukkan tingkat kekerasannya.
Aspal Modifikasi (Polymer Modified Bitumen/PMB): Untuk jalan dengan beban lalu lintas yang sangat ekstrem atau cuaca yang keras, sering digunakan aspal yang dimodifikasi dengan polimer (seperti karet) untuk meningkatkan elastisitas dan ketahanan terhadap retak maupun deformasi (alur).
Asbuton (Aspal Buton): Merupakan aspal alam asli Indonesia yang kini terus dikembangkan untuk menjadi bahan pengikat atau campuran guna meningkatkan kualitas jalan nasional.
Kriteria Mutu Aspal: Harus lolos uji standar seperti uji penetrasi (kekerasan), uji titik lembek (ketahanan suhu), uji daktilitas (keelastisan), dan uji berat jenis.